Tips Bijak Melatih Anak Agar Bertanggung Jawab

Oleh Riyana Dwi Lestari

Setiap anak memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Anak dapat berperilaku apa saja, bahkan tidak jarang mereka melakukan hal-hal yang diluar perkiraan atau pikiran kita. Sifat dan perilaku anak dapat dikendalikan apabila para orang tua dapat memberikan arahan dan pembelajaran yang baik kepada setiap anak. Anak bertindak baik atau buruk tidak lepas tergantung pada bagaimana orang tua mengarahkannya. Beberapa hal baik yang perlu dilatih agar anak dapat melakukannya yaitu selalu bersikap baik, sikap saling menghargai, disiplin, hemat, mengakui kesalahan, ramah, dan salah satunya yaitu bertanggung jawab.

Melatih Anak Agar Bertanggung Jawab

Melatih Anak Agar Bertanggung Jawab

Namun, orang tua kerap kali melalaikan ajaran tanggung jawab kepada anak karena sebagian besar dari mereka menganggap selagi anak masih kecil atau balita, anak akan terus dimanja sehingga mereka lalai dan tidak mengenal rasa tanggung jawab terhadap dirinya dan lingkungan sekitar. Hal ini bisa menjadi kebiasaan yang kurang baik hingga mereka dewasa apabila dibiarkan. Jadi, tanggung jawab bukan bawaan sejak lahir. Namun, sikap tanggung jawab juga sering dianggap anak membosankan, tidak menyenangkan, maka anak cenderung malas untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan tanggung jawab. Nah, disinilah peran orang tua sangat diperlukan untuk menciptakan suasana menyenangkan dalam menerapkan tanggung jawab kepada anak. Berikut ini tips yang baik untuk melatih agar anak memiliki sikap tanggung jawab:

1. Akuntabilitas Harus Ditegakkan

Akuntabilitas atau pertanggungjawaban merupakan sikap konsekuensi atas dilaksanakan atau tidaknya sebuah tenggung jawab yang telah diemban atau ditetapkan. Dalam hal ini, orang tua harus berani menegakkan akuntabilitas kepada anak atas tanggung jawab yang berkaitan dengannya. Sebagai contoh misalnya anak lupa tidak mengerjakan PR atau belajar karena terlalu banyak bermain, orang tua harus mempertanyakan tanggung jawab tersebut kepada anak. Mengapa mereka tidak melakukan tanggung jawabnya untuk belajar, lalu apa konsekuensinya jika tidak dilakukan. Namun ingat, tidak perlu dengan tindakan yang kasar kepada anak. Dengan ini anak akan lebih paham bahwa hal yang telah lalai dilakukan adalah tanggung jawabnya dan tidak akan terulang kembali untuk dilanggar.

2. Mulai Sejak Dini

Mengajarkan tanggung jawab kepada anak sebaiknya dimulai sedini mungkin. Mulailah membuat mereka bertanggung jawab atas hal-hal yang mereka lakukan. Misalnya ajak anak untuk bertanggung jawab membereskan mainnya setiap dia selesai bermain. Dampingi ank, arahkan untuk melakukan tanggung jawab tersebut. Dan hal-hal kecil lainnya.

3. Identifikasi Tanggung Jawab dan Gunakan Bahasa yang Baik

Ketika anak Anda selesai melakukan tanggung jawabnya, jangan sungkan untuk mengatakan kata-kata yang bijak seperti contohnya

“Wah kamu melakukan tanggung jawabmu dengan baik”.

“Aku suka caramu melakukan tanggung jawabmu nak.”

“Sekarang, kamu lebih tahu ya nak ini termasuk tanggung jawabmu, aku suka cara kamu melakukannya.”

“Karena kamu telah pandai melakukan tanggung jawabmu, aku beri hadiah buatmu.”

Dan, masih banyak perkataan-perkataan sejenis lainnya.

Semakin Anda mengidentifikasinya, semakin sadar anak Anda akan tanggung jawab itu. Hal ini penting bagi mereka untuk memahami bahwa mereka mendapat imbalan karena menyelesaikan tanggung jawab mereka, bukan karena menjadi imut, menyenangkan, atau akrab.

4. Memberikan Contoh

Akan lebih efektif untuk mengajarkan tanggung jawab kepada anak apabila orang tua telah memperlihatkan contoh perilaku yang baik bahwa selalu dapat konsisten melakukan tanggung jawab mereka masing-masing. Maka anak akan melihat langsung bahwa orang tuanya pandai dalam melaksanakan tanggung jawab mereka, sehingga muncul rasa bahwa ternyata tanggung jawab penting dilakukan, bahkan harus dilakukan dengan baik.

5. Gunakan Konsekuensi dan Hadiah

Tanggung jawab harus dikaitkan dengan penghargaan dan konsekuensi. Tidak ada masalah untuk sesekali memberikan hadiah kepada anak atas keberhasilan tanggung jawab yang telah mereka lakukan. Contohnya

“Ini hadiah untukmu telah mengerjakan PR dan tugas sekolah dengan baik.”

“Ini hadiah untukmu sudah bantu ayah mencuci mobil.”

“Ini hadiahmu karena sudah menjaga kamar selalu rapih setiap hari.”

Dan tidak lupa juga untuk memberikan konsekuensi jika sang anak tidak melakukan tanggung jawabnya. Contoh

“Ini konsekuensi sebab kamu tidak mengerjakan PR.”

“Kamu mendapatkan konsekuensi ini karena Anda tidak membersihkan kamar.”

Hal-hal demikian dapat semakin menimbulkan rasa tanggung jawab pada anak.

Bagaimana ayah, bunda. Apakah Anda dapat membuat anak-anak Anda bertanggung jawab? Melatih tanggung jawab kepada anak sejak dini bukan berarti orang tua tega terhadap anak ya, ini adalah bentuk pengertian bahwa sebagai individu tentunya kita memliki tanggung jawab masing-masing, yang akan berlangsung dan bahkan bertambah terus menerus seiring bertambahnya usia.

Label: AnakBertanggung JawabHubunganInfoMelatihOrang TuaParentingSikapTanggung JawabTips

Tentang Penulis

Riyana Dwi Lestari

Riyana Dwi Lestari
  • Profil Penulis

Wanita sederhana yang peduli terhadap kesehatan, penampilan, dan suka berbagi info seputar wanita di internet. :)

Baca Juga

  • Cara Tepat Mendidik Anak Agar Anak Pintar

    Cara Tepat Mendidik Anak Agar Anak Pintar

    1 Apr, 2020 - 0 KomentarMembesarkan anak tentu bukan hanya memberi anak nutrisi dan kebutuhannya hingga ia dewasa.
  • Cara Tepat Mengajarkan Anak Untuk Berpuasa

    Cara Tepat Mengajarkan Anak Untuk Berpuasa

    7 Apr, 2020 - 0 KomentarPuasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan
  • Tips Cara Membuat Artikel yang Baik dan Benar

    Tips Cara Membuat Artikel yang Baik dan Benar

    13 Apr, 2020 - 0 KomentarArtikel adalah sekumpulan berita karangan faktual dengan panjang tertentu yang dibuat untuk
  • Tips Bijak dan Tepat Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir

    Tips Bijak dan Tepat Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir

    28 Apr, 2020 - 0 KomentarSebentar lagi bayi yang Anda kandung akan lahir? Wah sungguh membahagiakan tentunya! Ini waktunya
  • Ini Bahayanya Memberi  Vitamin ke Anak Tanpa Konsultasi Dokter

    Ini Bahayanya Memberi Vitamin ke Anak Tanpa Konsultasi Dokter

    19 Apr, 2019 - 0 KomentarKerap kali dengan maksud mencukupi keperluan nutrisi anak, orang tua malah memberikan suplemen

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar

© 2020Media Wanita. Hak cipta dilindungi.
Dibawah lisensi AskNet Media.